Assassin’s Creed Shadows Hadirkan Fitur Cultural Discovery untuk Mengungkap Sejarah Jepang

1 week ago 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, Gizmologi – Assassin’s Creed Shadows, yang akan dirilis pada 20 Maret, kembali membawa pemain lebih dekat dengan sejarah melalui fitur baru bernama “Cultural Discovery.” Fitur ini merupakan bagian dari Codex dalam game dan menyajikan entri ensiklopedia yang telah dikurasi secara cermat mengenai sejarah, seni, dan budaya periode Azuchi-Momoyama di Jepang abad ke-16. Ensiklopedia budaya ini ditulis oleh sejarawan dan didukung oleh gambar dari berbagai museum serta institusi bersejarah.

Seperti fitur “History of Baghdad” yang diperkenalkan di Assassin’s Creed Mirage, Cultural Discovery akan terintegrasi langsung dengan permainan utama dan berkembang seiring dengan progres pemain. Namun, jumlah entri dalam Cultural Discovery hampir dua kali lipat dibandingkan dengan History of Baghdad, dengan lebih dari 125 entri yang tersedia saat peluncuran dan akan terus bertambah di masa mendatang. Hal ini memberikan wawasan mendalam tentang berbagai aspek kehidupan dan sejarah Jepang pada abad ke-16.

Melalui fitur ini, pemain dapat mengunjungi berbagai lokasi bersejarah dalam game dan membuka artikel mengenai ekonomi, kastil, urusan militer, kehidupan sehari-hari, tokoh-tokoh bersejarah, serta peristiwa penting. Assassin’s Creed Shadows tidak hanya menyajikan pengalaman bermain yang mendalam, tetapi juga menjadi jendela bagi pemain untuk memahami sejarah dan budaya Jepang dengan lebih baik.

Baca Juga: Silent Hill f Siapkan Teror Baru dalam Latar Jepang 1960-an

Kabuto Bersejarah: Simbol Pertemuan Jepang dan Spanyol

Cultural Discovery 001

Salah satu entri menarik dalam Cultural Discovery adalah mengenai Kabuto, helm perang tradisional Jepang, yang menjadi simbol pertemuan pertama antara Jepang dan Spanyol. Helm ini berasal dari salah satu koleksi baju zirah Jepang tertua di Eropa dan saat ini disimpan di Royal Armory di Madrid. Kabuto tersebut mengalami kerusakan parah akibat kebakaran di Royal Armory pada 10 Juli 1884.

Ubisoft bekerja sama dengan Patrimonio Nacional dan perusahaan Spanyol, Factum Arte, untuk merekonstruksi helm tersebut secara digital dan fisik. Melalui kolaborasi ini, peninggalan bersejarah dari Jepang Feodal ini dapat diakses oleh masyarakat luas melalui Assassin’s Creed Shadows. Replika fisik helm ini juga akan menjadi bagian dari koleksi Royal Armory di Madrid, memperkuat nilai sejarahnya dan memastikan kelestariannya untuk generasi mendatang.

Álvaro Soler del Campo, Kepala Departemen Royal Armory di Royal Palace of Madrid, menyatakan bahwa kerja sama dengan Ubisoft memungkinkan mereka untuk memulihkan tampilan asli relik unik ini dan melestarikannya dalam bentuk digital. Dengan memasukkan Kabuto ke dalam Assassin’s Creed Shadows, Ubisoft tidak hanya menghadirkan elemen sejarah yang autentik ke dalam game, tetapi juga membantu menarik minat generasi muda terhadap sejarah Jepang dan Spanyol.

Kolaborasi dengan Sejarawan dan Seniman untuk Akurasi Sejarah

Ubisoft juga menggandeng berbagai sejarawan dan seniman untuk memastikan akurasi dan kedalaman konten dalam Cultural Discovery. Salah satu kontribusi berharga datang dari Gentaro Kagawa, seorang ilustrator riset sejarah yang lulus dari Graduate School of Japanese Painting di Musashino Art University. Kagawa, yang meninggal dunia pada Desember 2024, telah memberikan kontribusi besar dalam seni ilustrasi sejarah Jepang, termasuk lukisan Kastil Osaka yang akan ditampilkan dalam Cultural Discovery.

Selain itu, Ubisoft bekerja sama dengan sejarawan ternama seperti Profesor Pierre-François Souyri, yang membantu menulis beberapa entri dalam codex budaya. Souyri mengungkapkan bahwa menulis untuk codex ini adalah tantangan yang menarik karena ia harus menjelaskan berbagai konsep sejarah dengan ringkas dan jelas sesuai format yang ditentukan. Ia juga mengakui bahwa proyek ini memberinya banyak wawasan baru dan bahkan menginspirasinya untuk menulis buku tentang ninja.

Assassin’s Creed Shadows saat ini sudah tersedia untuk pre-order dan akan dirilis pada 20 Maret untuk PS5, Xbox Series X|S, Amazon Luna, Mac dengan Apple Silicon melalui Mac App Store, serta Windows PC melalui Ubisoft Store, Steam, dan Epic Games Store. Pemain yang melakukan pre-order akan mendapatkan expansion pack “Claws of Awaji” dan quest bonus “Thrown to the Dogs” tanpa biaya tambahan. Dengan fitur Cultural Discovery yang kaya akan informasi sejarah, Assassin’s Creed Shadows tidak hanya menghadirkan pengalaman bermain yang imersif tetapi juga menjadi media edukatif yang menarik bagi para penggemar sejarah.

Artikel berjudul Assassin’s Creed Shadows Hadirkan Fitur Cultural Discovery untuk Mengungkap Sejarah Jepang yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id

Read Entire Article