ARTICLE AD BOX
Jakarta, Gizmologi – Pasar e-commerce Asia Tenggara terus menunjukkan perkembangan yang signifikan seiring dengan meningkatnya adopsi pembayaran digital dan semakin terbukanya peluang perdagangan lintas negara. Laporan terbaru dari IDC yang didukung oleh platform pembayaran global 2C2P dan Antom memproyeksikan nilai pasar e-commerce di kawasan ini akan mencapai US$325 miliar atau sekitar Rp5.299 triliun pada tahun 2028. Angka ini mencerminkan potensi besar bagi para pelaku bisnis yang ingin memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digital di wilayah ini.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah meningkatnya penggunaan metode pembayaran digital. Di banyak E-commerce Asia Tenggara, pembayaran berbasis dompet digital dan metode pembayaran domestik semakin mendominasi, menggantikan ketergantungan pada kartu kredit atau debit. Kemudahan dalam bertransaksi serta dukungan pemerintah dalam mendorong infrastruktur pembayaran digital turut mempercepat adopsi teknologi ini.
Selain itu, perdagangan lintas negara di Asia Tenggara juga semakin berkembang. Dengan adanya inisiatif seperti Regional Payment Connectivity (RPC), negara-negara di kawasan ini berupaya menyederhanakan transaksi antarnegara agar lebih efisien dan hemat biaya. Hal ini menciptakan peluang besar bagi bisnis yang ingin memperluas jangkauan pasar mereka ke negara-negara tetangga.
Baca Juga: Gojek Luncurkan Promo Murah di Sepanjang Bulan Ramadan, Diskon GoFood 75%!
Dominasi Pembayaran Digital di E-commerce Asia Tenggara

Adopsi pembayaran digital terus meningkat dengan pesat, terutama dalam transaksi e-commerce Asia Tenggara. Diperkirakan pada tahun 2028, sekitar 94% dari total pembayaran di sektor ini akan dilakukan secara digital. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen yang beralih ke metode pembayaran yang lebih praktis dan aman.
Salah satu tren utama dalam pembayaran digital adalah lonjakan penggunaan pembayaran real-time atau real-time payments (RTP). RTP diprediksi akan mencapai lebih dari US$11 triliun pada tahun 2028, terutama didorong oleh inisiatif pemerintah dalam mengurangi penggunaan uang tunai dan mendorong metode pembayaran yang lebih cepat dan efisien. Negara seperti Singapura telah menunjukkan keberhasilan dalam mengadopsi RTP dengan sistem seperti PayNow yang kini menjadi salah satu metode pembayaran paling populer di negara tersebut.
Di samping e-commerce Asia Tenggara, dompet digital dan pembayaran domestik menjadi metode transaksi yang paling banyak digunakan di kawasan ini. Di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, dompet digital telah mendominasi sebagai pilihan utama konsumen. Sementara itu, di Singapura dan Thailand, pembayaran domestik masih menjadi opsi yang paling banyak digunakan. Tren ini menunjukkan bahwa setiap negara memiliki preferensi pembayaran yang berbeda, yang perlu dipahami oleh para pelaku usaha agar dapat menawarkan metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.
Peluang Besar dalam Perdagangan Lintas Negara

Selain dari e-commerce Asia Tenggara, perdagangan lintas negara menjadi salah satu pilar utama dalam pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara. Nilai perdagangan lintas negara di kawasan ini diprediksi mencapai US$14,6 miliar atau sekitar Rp2.380 triliun pada tahun 2028, meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun 2023. Pertumbuhan ini memberikan peluang besar bagi pelaku bisnis untuk memperluas pasar mereka ke luar negeri.
Menurut laporan IDC, transaksi lintas negara memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi domestik, kecuali di beberapa negara seperti Indonesia dan Vietnam. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis yang mampu menyesuaikan strategi mereka untuk menangani pasar internasional dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan hanya berfokus pada pasar domestik.
Salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan perdagangan lintas negara adalah inisiatif Regional Payment Connectivity (RPC). Dengan adanya RPC, negara-negara di Asia Tenggara dapat memperkuat sistem pembayaran lintas negara, membuat transaksi menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini membantu bisnis untuk lebih mudah mengakses pasar di negara-negara lain tanpa mengalami kendala besar dalam sistem pembayaran.
Dengan perkembangan pesat dalam pembayaran digital dan perdagangan lintas negara, pasar e-commerce Asia Tenggara berada dalam jalur pertumbuhan yang luar biasa. Dominasi pembayaran digital, peningkatan transaksi real-time, dan ekspansi perdagangan lintas negara membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan bisnis mereka.
Para pelaku bisnis yang ingin memanfaatkan peluang ini perlu memahami tren pembayaran digital yang berlaku di setiap negara serta mempersiapkan strategi yang tepat untuk menembus pasar lintas negara. Dengan dukungan dari platform pembayaran global seperti 2C2P dan Antom, bisnis dapat menyederhanakan operasional mereka dan meraih kesuksesan dalam ekosistem e-commerce yang semakin berkembang.
Ke depan, Asia Tenggara akan terus menjadi salah satu pusat pertumbuhan e-commerce terbesar di dunia. Dengan strategi yang tepat dan pemanfaatan teknologi pembayaran digital, para pelaku usaha dapat memaksimalkan potensi pasar dan mencapai kesuksesan dalam era ekonomi digital yang semakin dinamis.
Artikel berjudul E-Commerce di Asia Tenggara Tumbuh Pesat, Berkat Pembayaran Digital dan Perdagangan Lintas Negara yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id