’Nyicing Singal’ Karya ST Belaluan Sadmerta Sentil Sifat Buruk Manusia

3 days ago 3
ARTICLE AD BOX
Ketua ST Belaluan Sadmerta, I Gusti Bagus Krisna Winangun, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kerja keras para anggota yang telah menyelesaikan karya ogoh-ogoh ini dalam waktu tiga bulan.

"Tahun ini saya sangat mengapresiasi rekan-rekan ST yang telah bekerja keras menyelesaikan ogoh-ogoh dalam waktu yang cukup singkat. Banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari perbedaan pendapat hingga anggota yang jarang hadir ke banjar. Namun, semua itu dapat kami lalui, dan astungkara, kami bisa menampilkan karya terbaik di tahun ini," ujar Krisna.

Ogoh-ogoh "Nyicing Singal" terinspirasi dari kisah dalam Ramayana, yang mengangkat sosok Anggada. Dalam cerita ini, Anggada meminta anugerah kepada Dewi Durga setelah terusir dari kerajaan oleh Sri Rama. Alih-alih introspeksi diri, Anggada justru mencari kekuatan untuk membalas dendam. Pesan moral yang ingin disampaikan melalui ogoh-ogoh ini adalah pentingnya rasa terima kasih dan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan.

Proses pembuatan ogoh-ogoh ini menelan biaya sebesar Rp30 juta, dengan bagian paling rumit terdapat pada konstruksi dan ornamen api di tokoh utama. Menariknya, ogoh-ogoh ini dirancang bongkar pasang, sementara figuran dibuat permanen.

"Kami bekerja hingga larut malam demi menjaga ogoh-ogoh ini, mengingat adanya insiden pengerusakan yang terjadi tahun ini di beberapa tempat. Kami tidak ingin kejadian serupa menimpa karya kami," tambah Krisna.

Terkait ajang tarung bebas dalam lomba ogoh-ogoh di Denpasar, Krisna menilai kompetisi ini membawa perubahan besar dalam mencari karya terbaik. Namun, ia menyarankan agar penilaian tidak menyebutkan emblem kecamatan, sehingga kompetisi benar-benar murni untuk mencari yang terbaik.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pelestarian gamelan baleganjur dalam pengarakan ogoh-ogoh. Ia berharap, setiap momentum Ngerupuk, beleganjur tetap dihadirkan sebagai bagian dari tradisi.

"Kami ingin mengajak seluruh ST agar bisa berbaur dan menjalin hubungan baik satu sama lain. Dengan begitu, suasana perayaan Ngerupuk bisa lebih aman dan meriah tanpa adanya gesekan antar kelompok," pungkasnya. *m03

Read Entire Article