Pangemong Pura Ulun Danu Batur Kampanyekan Pengurangan Sampah

1 day ago 3
ARTICLE AD BOX
"Dalam praktik relegius di Bali hal yang fisik atau yang sakala, tidak bisa dipisahkan dengan yang niskala atau non fisik. Karenanya kalau sembahyang ke pura,  secara fisik jangan mengotori pura  dengan sampah, " ajak Jero Penyarikan Duuran, Pura Ulun Danu Batur, Minggu (30/3) di Pura Ulun Danu Batur.

 Hal tersebut disampaikan Jero Penyarikan Duuran di sela-sela Pengukuhan Pangeling-eling  Panca Pemahayu Pura kolaborasi antara Prajuru Desa Adat Batur dan Lingkar Studi Batur dengan Yayasan BASAbali Wiki-pelestari bahasa adat dan budaya Bali berbasis digital.

Menurut Jero Penyarikan Duuuran, sampah menjadi persoalan yang sangat serius dihadapi di Pura Ulun Danu Batur. Dalam sehari, tidak kurang ada 100 kilogram sampahc dari aktivitas ritual maupun kegiatan terkait lainnya. 

"Karena Pura Ulun Danu Batur merupakan pura kahyangan jagat, dimana setiap hari ada ada penangkilan melakukan persembahyangan. Dalam kegiatan relegius itu, tentu ada sampah yang ditinggalkan. Belum lagi kalau ada kegiatan pujawali atau  upacara besar, sampahnya bisa 10 kali lipat " terangnya.

Melalui kampanye publik, Jero Penyarikan Duuran berharap ada kesadaran bersama yang muncul. Dari kesadaran itu umat yang hendak ke pura dari rumah sudah muncul nuat tidak lagi nyampah di ke pura. Dengan itu pula bisa turut serta ikut menjaga kebersihan dan kesucian pura," jelasnya.

Jero Penyarikan Duuran Batur menyampaikan terima kasih kepada BASAbali Wiki yang telah menginisiasi Program Panca Pemahayu Pura. Situs ini berkampanye untuk mengatasi persoalan sampah di Pura Ulun Danu Batur.

Menurut Jero Penyarikan Duuuran sampah menjadi persoalan yang sangat serius dihadapi di Pura Ulun Danu Batur. Dalam sehari, tidak kurang 100 kilogram dari aktivitas  ritual maupun kegiatan terkait lainnya. 

"Karena Pura Ulun Danu Batur merupakan pura kahyangan jagat, dimana setiap hari ada ada penangkilan melakukan persembahyangan. Dalam kegiatan relegius itu, tentu ada sampah yang ditinggalkan. Belum lagi kalau ada kegiatan pujawali atau  upacara besar, sampahnya bisa 10 kali lipat " terangnya.

Melalui kampanye publik, Jero Penyarikan Duuran berharap ada kesadaran bersama yang muncul sehingga nanti, dari kesadaran itu umat, masyarakat yang hendak ke pura dari rumah sudah muncul kesadaran, ingat tidak lagi "nyampah" di ke pura dan nanti bisa turut serta ikut menjaga kebersihan dan kesucian pura," jelasnya.

Kampanye publik pengurangan sampah  yang dilakukan bekerjasama  BasaBali Wiki, menurut Jero Penyarikan Duuran,  sesungguhnya  merupakan momentum penting. Hal itu karena kampanye meminamilisir sampah, tidak lagi pada tataran fisik seperti baliho, namun beralih ke media digital. "Ada video juga yang digandrungi banyak orang, ada teks ada animasi," terangnya.

Kampanye publik pengurangan sampah kolaborasi dengan BasaBali Wiki menggunakan 3 media bahasa yakni Bahasa Bali, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. 

Ada pun 5 kampanye tersebut, pertama tidak diperbolehkan membawa sarana persembahan baik berupa banten,aturan dan sarana persembahan lainnya menggunakan tas plastik. 

Kedua, Kurangi banten dan persembahan lainnya yang masih menggunakan bungkus plastik, agar tidak mengurangi kesucian dan bisa mencemari lingkungan. 

Ketiga, setelah selesai sembahyang,sarana persembahyangan seperti sampaian, canang dan dupa agar diambil dan dibawa pulang. 

Keempat,  masyarakat yang memohon tirta agar membawa tempat(wadah) masing-masing, sehingga tidak menggunakan plastik. Kelima, setelah selesai sembahyang dan menikmati sisa persembahan di halaman pura dimohonkan sampah yang dihasilkan agar dibawa pulang.7k17
Read Entire Article