Pemudik Mulai Kembali ke Bali, Puncak Arus Balik Diprediksi 5-6 April

1 day ago 1
ARTICLE AD BOX
Salah seorang pemudik asal Kabupaten Jember, Sulastri, mengaku sengaja kembali ke Bali lebih awal untuk menghindari antrean panjang di pelabuhan. "Saya bersama keluarga lebih awal kembali ke Bali setelah berlebaran karena khawatir macet dan antre di pelabuhan. Biasanya antrean dan kepadatan terjadi pada H+5 dan H+6 setelah Lebaran," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Armito, pemudik asal Bondowoso, yang memilih menyeberang lebih awal bersama rombongan. "Kami memang sepakat dengan teman-teman untuk kembali dua hari setelah Lebaran. Selain menghindari kemacetan, kami juga harus segera kembali bekerja di Bali," katanya.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang-Gilimanuk, Yani Andriyanto, mengungkapkan bahwa arus balik Lebaran sudah mengalami peningkatan sejak H+1 Lebaran dan diprediksi mencapai puncaknya pada 5 dan 6 April 2025 atau H+4 dan H+5 Lebaran.

"Sejak Rabu (2/4), terjadi peningkatan signifikan pengguna jasa dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk. Prediksi kami, puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 5 dan 6 April mendatang," ujar Yani Andriyanto.

Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang-Gilimanuk, pada Rabu (2/4) atau H+1 Lebaran, sebanyak 43.765 orang penumpang telah menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat hingga akhir pekan.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, PT ASDP telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk penambahan armada kapal serta peningkatan sistem layanan tiket online guna mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi antrean panjang.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan layanan tiket online agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan," tambah Yani.

Dengan meningkatnya arus balik, pemudik yang belum kembali ke Bali diimbau untuk tetap berhati-hati dalam perjalanan serta memperhatikan kondisi cuaca dan lalu lintas demi kelancaran perjalanan. *ant

Read Entire Article